By Neng Sedang Berburu
#Penting Utk Di Baca Mereka Yg
Ingin Berhijroh Ke Negri Jihad#
||Apa yang mungkin dialami di Medan
Jihad? ||
Mengetahui apa saja yang mungkin
aka dialami di medan jihad sangatlah penting, dalam rangka mengantisipasi
kebingungan, shock atau bahkan depresi. Kesiapan psikologis harus kita siapkan
jika kita akan berjihad, karena kenyataan yang terjadi di lapangan bisa jadi
sangat jauh dari apa yang kita saksikan dalam film dokumenter jihad
(video-video jihad, ed). Bahasa sederhananya, tidak melulu menembak atau
menyergap musuh. Tetapi sungguh lebih besar lagi dari hal tersebut. Di sesi
ini, kami akan mencoba mengetengahkan beberaa poin yang akan disampaikan secara
berseri. Sebuah transisi (peralihan) kerangka berfikir sangat diperlukan ketika
kita membaca poin-poin ini.
Kendala BahasaKendala bahasa
membuatmu merasa seperti hantuKetika kamu ingin datang ke Bumi jihad manasaja,
sangat penting bagimu untuk mampu berbicara dengan bahasa setempat secara
fasih. Jika hal ini tidak diperhatikan, maka kita akan menghadapi berbagai
kesulitan, khususnya ketika berusaha berbaur dan berkomunikasi dengan sesama
mujahidin. Masalah terbesar bukanlah kamu (sekedar) tidak bisa berbicara untuk
menghadirkan percakapan yang hangat atau untuk mengekspresikan diri. Pada saat
pertama kali, tidak mengapa jika seseorang tidak mampu berbahasa setempat
selama ia dapat mengerti beberapa (kebiasaan) ekspresi dan bahasa standar
sehari-hari. Tetapi setelah berlalunya waktu, maka akan mulai terasa efeknya
terhadap hati kita. Proses sosialisasi sangat penting! Kamu akan menyadari hal
itu, karena kamu akan ditinggalkan dari tiap diskusi atau percakapan dan kami
menjadi tidak tahu perkembangan apa-apa kecuali kamu diperintah langsung. Pada
kondisi ini, kamu pasti akan mulai merasa rindu rumah, rindu kampung halaman,
rindu keramahan orang-orang di negerimu, kenyamanannya, kemudahannya, dst.
Sederhananya, bisikan setan mulai menghantam kamu dengan amat keras, meski
mungkin awalnya kamu adalah orang yang kuat dan tabah.Temanku yang pergi ke
Afghanistan bercerita betapa ia pernah begitu depresi meski ia telah membawa
perangkat penerjemah setiap waktu. Ketika aku bertanya padanya, mengapa itu
bisa terjadi? Ia menjawab bahwa hampir tidak ada seorang pun yang bisa menjadi
tempatnya mencurahkan perasaannya. Nah, ini ini membawa aku ke poin
selanjutnya.
#Membawa TemanMemiliki teman
membuat kita jadi ringanSalah satu sarana bagi kita untuk dapat mengekspresikan
diri dan punya tempat mencurahkan perasaan adalah berusaha memiliki teman yang akrab
dan terpercaya yang ikut bersama kita ke bumi jihad. Ia haruslah sahabat yang
mengerti kamu, kadang kita akan mengalami masa rehat yang cukup panjang, maka
memiliki teman sangat penting, sebagai sarana saling mengingatkan untuk
senantiasa tabah dan sabar. Sudah tentu, kewajiban tidak gugur atas dirimu
ketika kami tidak dapat membawa teman seperjalanan ke bumi jihad.
#Berbaur BudayaJangan menyendiri
seperti ibu jariKamu harus mempelajari budaya setempat sebelum datang ke suatu
negeri. Kamu harus tahu apa yang boleh dan apa yang tidak boleh menurut tradisi
mereka. Demikian juga kamu harus paham beberapa kultur budaya yang bertentangan
dengan Syari’ah. Contohnya di Yaman, kamu akan melihat banyak orang mengunyah
sesuatu. Hampir semua orang Yaman mengunyahnya. Yang mereka kunyah itu adalah
gat (sejenis daun ganja atau khomr yang memabukkan). Jika kamu tidak tahu
mengunyah gat itu haram, tentu kamu akan dengan mudah dipaksa mengikuti
‘tradisi’ orang Yaman itu. Juga penting untuk mengetahui bagaimana mereka
berpakaian, dialek bahasa, dan berbagai tradisi lokal lainnya (seperti
bagaimana mereka merayakan pesta pernikahan, isyarat tangan, dll). Sehingga
mereka akan dapat menerima kamu dan tidak selamanya menganggap kamu orang
asing.
#Barang BawaanPeriksa kembali
bawaan kitaKetika pergi berjihad, kamu harus selalu ingat untuk membawa barang
bawaan seringkas mungkin, karena kamu harus berpindah tempat secara tetap
(nomaden, ed). Maka sangat tidak praktis jika kamu membawa koper besar
kemana-mana, apalagi jika harus naik angkutan umum yang padat. Aku
merekomendasikan supaya kamu membawa sebuah ransel (backpack) saja yang
(bahannya) kuat dan bagus, yang didesain dapat digunakan di segala musim dan
cuaca. Bawalah dua atau tida setel pakaian, jangan khawatir kalau pakaian itu
jadi kotor, karena di setiap basis / kamp militer, kamu bisa mencuci bajumu.
Bawalah perangkat pembersih tubuh
(sabun mandi, dll) yang penting saja. Jangan lupa juga untuk membawa perangkat
yang diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan cuaca dari daerah yang akan kamu
datangi. Penting untuk membawa jam tangan yang water resist (anti air), dan
dapat menyala didalam gelap (ada lampunya, ed). Jika kamu memerlukan sesuatu,
biasanya pimpinan kamp atau seorang penanggungjawab akan membantumu.
Untuk sepatu, aku merekomendasikan
sepatu boot yang fleksibel, yaitu sepatu boot yang cukup nyaman untuk dipakai
dalam masa yang lama dan mudah kalau dipakai berlari. Karena biasanya medan
yang dihadapi adalah perpaduan berbagai medan, seperti gunung, cadas (tanas
berbatu), hutan, rawa-rawa, hingga gurun pasir. Sepatu kets cocok jika mampu
menutup pergelangan kaki. Boleh juga membawa sandal untuk keperluan ke kamar
mandi atau keperluan lain, tetapi di banyak pengalaman, di kamp/basis mujahidin
biasanya telah tersedia seperangkat sandal untuk kamu pakai. Ringkasnya, kamu
harus punya sepasang sepatu yang kuat, nyaman dipakai dan dapat melindungi
kakimu. Sebagai pejuang gerilya, kakimu akan banyak merasakan medan yang berat,
maka jangan segan untuk berinvestasi sepatu yang (kualitasnya) bagus serta
perangkat kaki lainnya seperti pelindung lutut, pelindung pergelangan rangan,
gel anti lecet, tali sepatu yang kuat, kaos kaki, dll supaya kami dapat
bergerak dinamis tanpa harus mendapatkan cidera seperti terkilir, patah kaki,
dan lecet-lecet.Terkait perangkat elektronik, dalam banyak pengalaman, hampir
bisa dikatakan tidak bermanfaat jika kamu membawa handphone, karena mujahidin
sudah pasti akan melarangnya. Jika kamu perlu untuk menelepon, maka mujahidin
akan mengaturnya. Jadi membawa-bawa handphone bisa dikatakan tidak berguna,
malah menambah beban dan berbahaya, apalagi jika kartu SIM-nya terpasang. Jika
memang kamu tidak bisa tidak (harus) membawa handphone, maka lepaskan baterai
dan kartu SIM-nya setiap saat hingga kami diijinkan memasangnya kembali.
Tidak masalah jika kamu membawa mp3
player atau laptop. Biasanya ada sumber listrik untuk menchargenya jika
diperlukan. Kamu mungkin juga boleh membawa kamera, tetapi harus meminta ijin
dulu kepada komandanmu.Yang terakhir, sangat penting kalau kamu membawa
beberapa buku. Tegasnya, Al Qur’an ada di urutan pertama. Setelah itu, aku
sarankan supaya kamu membawa beberapa buku yang dapat kamu baca dan kamu hafal,
seperti hadits dan dzikir. Lalu kamu juga bisa membawa buku-buku bacaan lain
seperti fiqh, syari’ah, siroh, sejarah, dll. Kalau kamu belum menguasai bahasa
setempat dengan fasih, maka kamu harus menyertakan kamus.
Jangan lupa membawa jaket yang
bagus, atau jaket rompi dengan banyak kantong. Pastikan bahwa jaket kita memang
cocok untuk cuaca yang ada.Kamu tentu tidak ingin membawa bawaan yang berat,
maka rencanakanlah dengan cermat.
Sumber : Majalah Terbitan Al-Qoida
# Inspire # Issue 1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar